PANGANDARAN — Yayasan Edukasi Bangsa Unggul (EBU) kembali menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Peningkatan Kompetensi Profesional Kepala Sekolah dalam Kepemimpinan dan Manajemen Sekolah Berorientasi Pembelajaran Mendalam” sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat kepemimpinan pendidikan yang adaptif dan berdampak di Jawa Barat.
Kegiatan bimtek ini dilaksanakan secara blended, yaitu luring pada 26 Januari 2026 di wilayah Pangandaran dan dilanjutkan dengan daring pada 27 Januari 2026. Peserta kegiatan terdiri atas kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum dari Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Pangandaran.
Bimtek ini dirancang sebagai ruang pembelajaran profesional bagi pimpinan sekolah untuk memperkuat peran kepemimpinan instruksional dan manajerial yang berorientasi pada pembelajaran mendalam, penguatan karakter, serta pengembangan kompetensi peserta didik secara utuh.
Ketua Yayasan Edukasi Bangsa Unggul, Dr. Rahmat Fadhli, Ed.M, menegaskan bahwa kepemimpinan sekolah bukanlah sesuatu yang muncul secara instan, melainkan hasil dari proses pembelajaran dan pembentukan yang berkelanjutan.
“Pemimpin tidak lahir dengan sendirinya, tetapi diciptakan. Leader are created. Oleh karena itu, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah perlu terus dibekali dengan kapasitas kepemimpinan yang kuat agar mampu menjawab tantangan perubahan pendidikan,” ungkapnya.
Menurutnya, melalui bimtek ini EBU mendorong para pimpinan sekolah untuk mengembangkan kepemimpinan yang reflektif, kolaboratif, serta berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran dan budaya sekolah yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Purwanto, M.Pd, menekankan bahwa peran kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum harus memberikan dampak nyata terhadap tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh.
“Kepemimpinan sekolah harus berdampak langsung pada perkembangan anak, baik dari aspek keterampilan, sikap dan perilaku, maupun pengetahuan. Sekolah harus menjadi ruang yang menumbuhkan potensi peserta didik secara seimbang,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Purwanto juga menyampaikan nilai-nilai kepemimpinan yang dikenal sebagai Panca Niti, yakni Niti Hati, Niti Bukti, Niti Surti, Niti Bakti, dan Niti Sejati. Nilai-nilai ini diharapkan menjadi landasan moral dan etis bagi para pimpinan sekolah dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin pembelajaran dan penggerak perubahan.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga profesional seperti Yayasan Edukasi Bangsa Unggul sangat penting untuk memastikan kebijakan pendidikan tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar terimplementasi secara konsisten di satuan pendidikan.
Melalui pelaksanaan bimtek ini, Yayasan Edukasi Bangsa Unggul menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan kepemimpinan sekolah yang profesional, berkarakter, dan berorientasi pada pembelajaran mendalam. Diharapkan, para peserta mampu mengimplementasikan hasil pembelajaran dalam praktik kepemimpinan sekolah yang berdampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Jawa Barat.

